
YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah DIY melalui Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2) terus memperkuat langkah strategis dalam pengelolaan taman bumi. Kepala Biro PIWP2 Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, S.E., M.M., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) daring dengan tema “Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Geopark” sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dan lembaga vertikal.
Forum diskusi ini menjadi krusial mengingat pengelolaan Geopark Jogja memerlukan koordinasi yang erat antara pemerintah daerah dan pusat. Terlebih, saat ini Geopark Jogja tengah bersiap menuju pendaftaran UNESCO Global Geopark (UGGp) yang ditargetkan paling lambat pada Juni 2027.
Pedoman Strategis dari Bappenas dan Kementerian ESDM
FGD ini melibatkan berbagai stakeholder kunci, di antaranya:
- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas: Memaparkan materi terkait pedoman penyusunan rencana induk sebagai landasan strategis pengembangan geopark nasional.
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Geologi: Memberikan masukan teknis terkait aspek geologi dan konservasi warisan bumi.
Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas menekankan bahwa rencana induk yang komprehensif adalah kunci agar arah kebijakan pusat dan daerah tetap selaras. Hal ini sesuai dengan komitmen Pemda DIY untuk melakukan review terhadap rencana induk Geopark Jogja guna menyesuaikan deliniasi dan program kerja terbaru.
Menuju Integrasi Konservasi dan Kesejahteraan
Melalui forum ini, diharapkan terwujud perencanaan yang terintegrasi untuk mendorong Geopark Jogja mencapai empat pilar utamanya:
- Konservasi: Melindungi warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya.
- Edukasi: Meningkatkan literasi masyarakat mengenai sejarah bumi dan pelestarian alam.
- Peningkatan Perekonomian: Mendorong kesejahteraan masyarakat melalui geoproduk dan pariwisata berkelanjutan.
- Sarana Prasarana: Membangun infrastruktur pendukung yang ramah lingkungan.
Implementasi program yang terintegrasi ini menjadi pondasi penting bagi pengelolaan taman bumi yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta



