YOGYAKARTA – Peringatan Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta tahun ini menjadi momentum berharga bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menengok akar budaya. Mengusung tema “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”, perayaan kali ini mengajak kita semua untuk merayakannya dengan rasa syukur dan kontemplasi mendalam atas perjalanan panjang sejarah bumi Mataram.

Salah satu cara paling ikonik dan bermakna dalam menunjukkan kecintaan tersebut adalah melalui kebanggaan mengenakan Busana Tradisional Gagrak Yogyakarta.

Busana Tradisional: Simbol Penghormatan dan Jati Diri

Mengenakan busana tradisional bukan sekadar tentang kain yang melekat pada tubuh, melainkan sebuah bentuk penghormatan hidup terhadap warisan sejarah Nagari Ngayogyakarta yang tetap lestari hingga detik ini. Setiap lipatan kain dan kelengkapan busana yang dikenakan sesuai pakem merupakan representasi dari filosofi luhur yang menyatu dalam gerak langkah pembangunan Jogja.

Dengan mengenakan busana tradisional, kita secara kolektif:

  • Menegaskan Jati Diri: Menunjukkan identitas sebagai warga yang bangga akan akar budayanya.

  • Menghidupkan Atmosfer Budaya: Menciptakan suasana Jogja yang adiluhung di setiap sudut ruang publik dan perkantoran.

  • Merawat Warisan: Menjaga agar tradisi berbusana tetap relevan dan dicintai oleh generasi mendatang.

Keseragaman dalam Keistimewaan

Semangat kebersamaan ini diperkuat melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025. Sebagai wujud keseragaman dan sukacita dalam merayakan hari bersejarah ini, seluruh ASN, PPPK, dan pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah DIY diimbau untuk mengenakan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta pada:

  • Kamis Pon, 12 Maret 2026

  • Jumat Wage, 13 Maret 2026 (Puncak Hari Jadi ke-271 DIY)

Keistimewaan yang Hidup dalam Diri

Melalui balutan busana ini, peringatan hari jadi terasa lebih istimewa dan bermakna. Hal ini membuktikan bahwa keistimewaan Yogyakarta tidak hanya terletak pada bangunan cagar budaya atau tata ruangnya, tetapi pada setiap orang yang dengan penuh sukacita merawat dan mengenakan identitas budayanya.

Mari kita tunjukkan bahwa mengenakan busana tradisional adalah cara kita mencintai Jogja, menghargai masa lalu, dan melangkah mantap menuju masa depan.

Mar 25, 2026 - Posted by admin -

Comments are closed.