YOGYAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memadati Stadion Mandala Krida untuk melaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY pada Jumat (13/03). Meski dilaksanakan di tengah suasana ibadah puasa Ramadhan, prosesi upacara tetap berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan.

Suasana stadion tampak istimewa dan berbeda dari biasanya. Barisan peserta upacara hadir mengenakan Busana Tradisional Gagrak Ngayogyakarta, menciptakan pemandangan budaya yang estetik sekaligus mempertegas jati diri keistimewaan Yogyakarta di mata publik.

Refleksi “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”

Pesan sentral dalam peringatan tahun ini adalah filosofi “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”. Nilai ini menekankan pentingnya bagi setiap abdi negara untuk senantiasa mawas diri (introspeksi) dan meneguhkan integritas dalam setiap gerak langkah pengabdian kepada masyarakat.

Peringatan hari jadi ke-271 ini dimaknai sebagai:

  • Ruang Evaluasi: Menengok kembali capaian pembangunan yang telah diraih.

  • Langkah Strategis: Merancang inovasi masa depan yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

  • Penguatan Sinergi: Mempererat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga pilar-pilar keistimewaan DIY.

Menjaga Identitas di Usia ke-271

Penggunaan busana tradisional dalam upacara besar ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol bahwa pembangunan modern di Yogyakarta tidak akan pernah meninggalkan akar budayanya. Identitas Gagrak Ngayogyakarta yang dikenakan secara kolektif menjadi pengingat akan tanggung jawab bersama dalam merawat warisan sejarah Mataram.

Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan agar Yogyakarta senantiasa menjadi daerah yang sejahtera, berbudaya, dan tetap istimewa. Semangat dari Mandala Krida ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh ASN untuk memberikan pelayanan publik yang lebih prima dan berintegritas.

Mar 25, 2026 - Posted by admin -

Comments are closed.