YOGYAKARTA – Kawasan Malioboro sebagai jantung pusat aktivitas dan sumbu filosofi Yogyakarta terus menjadi fokus penataan berkelanjutan. Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2) Setda DIY menyelenggarakan rapat koordinasi teknis guna membahas “Draft Kerjasama Studi Full Pedestrian Malioboro” pada Kamis (16/04), bertempat di Kompleks Kepatihan.

Pertemuan ini merupakan langkah awal yang krusial dalam tahap perencanaan studi kewilayahan guna memetakan potensi dan dampak pengembangan kawasan Malioboro di masa depan.

Melibatkan Panel Pakar Multidisiplin

Untuk menghasilkan kajian yang objektif dan mendalam, Biro PIWP2 menghadirkan panel pakar dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu. Para ahli yang memberikan masukan strategis antara lain:

  • Prof. Ir. Bakti Bobi Setiawan, MA., PhD. (Tata Kota)

  • Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. (Arsitektur dan Urban Design)

  • Amirullah Setya Hardi, SE, Cand.Oecon, Ph.D. (Perspektif Ekonomi)

  • Dr. Daud Aris Tanudirjo, MA. (Arkeologi dan Sejarah)

  • Dr. Dyah Titisari Widyastuti, ST, MUDD. (Desain Perkotaan)

Pelibatan para ahli ini bertujuan untuk mendapatkan pandangan komprehensif yang menyelaraskan kebutuhan modernisasi kota dengan pelestarian nilai sejarah dan kekuatan ekonomi lokal sebelum naskah kerjasama studi difinalisasi.

Pematangan Kerangka Acuan Studi

Pembahasan dalam rapat ini difokuskan pada pematangan kerangka acuan kerja (KAK). Dokumen ini nantinya akan menjadi landasan ilmiah dalam mengkaji berbagai aspek vital di kawasan Malioboro, mulai dari manajemen lalu lintas, daya dukung infrastruktur, hingga dampak sosial-ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar kawasan.

Melalui koordinasi ini, Biro PIWP2 berkomitmen memastikan bahwa setiap tahapan perencanaan pembangunan wilayah didasarkan pada kajian data yang faktual dan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Penataan yang Terukur dan Berkelanjutan

Langkah kolaboratif ini menjadi bukti transparansi dan ketelitian Pemerintah Daerah DIY dalam mengelola ruang publik. Dengan melibatkan pertimbangan para ahli di bidangnya, penataan kawasan Malioboro diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih terukur, inklusif, dan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan tanpa menghilangkan identitas khas Yogyakarta.

Hasil dari pembahasan ini akan segera ditindaklanjuti menuju tahap penandatanganan kerjasama studi, guna memulai proses pengumpulan data lapangan yang lebih intensif di sepanjang koridor Malioboro.

Apr 23, 2026 - Posted by admin -

Comments are closed.