YOGYAKARTA – (07/03/2026), masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta memperingati momentum bersejarah Tingalan Jumenengan Dalem ke-37 Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Ratu Hemas menurut hitungan masehi. Tiga puluh tujuh tahun masa kepemimpinan ini menjadi simbol stabilitas, pengayoman, dan pelestarian nilai-nilai budaya luhur di Yogyakarta.

Perjalanan Hidup dan Amanah Sang Raja

Sebelum dinobatkan sebagai Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X terlahir dengan nama BRM Herjuno Darpito. Beliau menghabiskan masa kecil dan remajanya di Yogyakarta, tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai filosofi Mataram.

Menginjak masa dewasa, BRM Herjuno Darpito menerima amanah besar dari ayahandanya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Beliau dipercaya menjabat sebagai Pangeran Lurah, atau sosok yang dituakan di antara para pangeran di Keraton Yogyakarta. Atas amanah tersebut, beliau kemudian menyandang gelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Mangkubumi.

Sejarah Penobatan: Selasa Wage, 7 Maret 1989

Tepat pada tanggal 7 Maret 1989, yang bertepatan dengan hari Selasa Wage, 29 Rejeb 1921 dalam penanggalan Jawa, Ingkang Sinuwun resmi naik takhta. Dalam memimpin Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, beliau didampingi oleh GKR Hemas sebagai Permaisuri.

Penobatan ini menandai babak baru bagi Yogyakarta dalam memasuki era modern tanpa meninggalkan akar budayanya. Di bawah kepemimpinan beliau, Yogyakarta berhasil mengukuhkan diri sebagai daerah istimewa yang tetap memegang teguh konsep Manunggal Tekad antara pemimpin dan rakyatnya.

Doa dan Harapan bagi Kepemimpinan Yogyakarta

Peringatan ke-37 tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud rasa syukur (mangayubagya) atas dedikasi Sri Sultan dan GKR Hemas dalam memimpin masyarakat. Segenap jajaran pemerintah dan elemen masyarakat senantiasa mendoakan agar beliau berdua diberikan:

  • Keberkahan dalam setiap kebijakan yang diambil.

  • Kesabaran dalam menghadapi dinamika sosial dan zaman.

  • Kesehatan prima untuk terus mengayomi seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta.

Semoga kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas terus membawa kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh warga Yogyakarta menuju masa depan yang gemilang.

Mar 25, 2026 - Posted by admin -

Comments are closed.