
YOGYAKARTA – Pernahkah Anda melihat sosok karakter hijau menggemaskan dengan tongkat kayu saat mengunjungi geosite di Yogyakarta? Perkenalkan, ia adalah Dijo, maskot resmi Geopark Jogja yang bertugas sebagai pelindung sekaligus pencerita rahasia alam bumi Mataram.
Asal-usul dan Makna Nama
Nama Dijo bukan sekadar panggilan, melainkan sebuah doa dan identitas. Diambil dari singkatan Adiloka Jogja, nama ini membawa makna yang mendalam. Adiloka berarti dunia yang indah dan mulia. Melalui sosok Dijo, Geopark Jogja ingin menunjukkan bahwa setiap sudut wilayahnya adalah kepingan “surga” yang dititipkan untuk kita jaga bersama.
Inspirasi dari Flora Identitas DIY
Sosok Dijo memiliki keunikan visual yang berakar kuat pada kekayaan alam lokal. Ia terinspirasi dari Pohon Kepel (Stelechocarpus burahol), yang merupakan flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ada alasan filosofis mengapa Pohon Kepel dipilih sebagai inspirasi Dijo:
- Simbol Penyatuan: Secara filosofis, Kepel melambangkan “Manungaling sedya kaliyan gegayuhan” yang berarti penyatuan antara niat dan kerja keras.
- Warisan Keraton: Buah Kepel dikenal sebagai kegemaran putri keraton karena khasiatnya yang mampu mengharumkan aroma tubuh secara alami.
- Keunikan Alami: Sama seperti karakter Dijo yang unik, pohon ini memiliki ciri khas buah yang tumbuh bergerombol langsung pada batang utamanya.
Peran Dijo: Menghubungkan Manusia dengan Bumi
Dijo hadir sebagai ‘perwakilan dari alam’. Di tengah hamparan bebatuan purba dan deburan ombak pantai selatan, Dijo menjadi pengingat bahwa alam bukanlah sekadar tempat kita berpijak, melainkan teman hidup yang harus diajak “bicara” dan dilindungi.
Tugas utama Dijo adalah bercerita agar memori kolektif tentang keindahan Geopark Jogja—mulai dari Gunung Merapi hingga sistem sungai bawah tanah Karst—tetap terjaga dan dapat didengar oleh anak cucu kita nanti. Dijo mengajak kita semua untuk menjadi “pahlawan lingkungan” dengan menjaga keasrian setiap geosite yang kita kunjungi.
Mari Bergandeng Tangan Bersama Dijo
Keberlanjutan Geopark Jogja menuju standar internasional (UNESCO Global Geopark) tidak bisa dicapai oleh Dijo sendirian. Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan empat pilar utama—konservasi, edukasi, ekonomi, dan sarana prasarana—berjalan beriringan.
Ingin tahu lebih banyak tentang rahasia alam yang dijaga oleh Dijo? Kunjungi informasi selengkapnya melalui laman resmi di geoparkjogja.jogjaprov.go.id.



