


YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mematangkan langkah strategis dalam pengembangan infrastruktur edukasi warisan bumi. Melalui Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2), Pemda DIY menggelar rapat koordinasi bersama Badan Geologi Kementerian ESDM pada Selasa (03/03/2026).
Pertemuan penting ini dihadiri oleh Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Administrasi Umum, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A., Kepala Biro PIWP2 Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, S.E., M.M., perwakilan Badan Geologi Kementerian ESDM, serta jajaran Dinas Koperasi dan UKM DIY.
Transformasi Edukasi Geologi Modern
Fokus utama koordinasi ini adalah percepatan perencanaan pembangunan Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Jogja. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi sarana edukasi geologi modern yang representatif, sekaligus menjadi pilar pendukung bagi Geopark Jogja dalam mencapai standar internasional.
Pusat Informasi Geologi ini diproyeksikan untuk:
- Mengoptimalkan Data Geologi: Menyediakan akses data geologi yang akurat dan mudah dipahami oleh publik.
- Standarisasi Internasional: Memenuhi kriteria infrastruktur pendukung dalam penilaian UNESCO Global Geopark (UGGp).
- Literasi Bumi: Menjadi pusat pembelajaran interaktif mengenai sejarah dan kekayaan geologi yang ada di wilayah Yogyakarta.
Penggerak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Dunia
Pembangunan PIG tidak hanya terpaku pada aspek teknis dan edukasi. Ibu Agnes Dhiany Indria Sari menekankan bahwa fasilitas ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar. Dengan integrasi teknologi informasi dan penataan fasilitas yang mumpuni, PIG akan disinergikan dengan sektor UMKM melalui kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY.
“Pusat Informasi Geologi diharapkan tidak hanya menjadi pusat data teknis, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif dan literasi bumi bagi masyarakat Jogja,” sebagaimana ditekankan dalam koordinasi tersebut.
Melalui pembangunan ini, Yogyakarta diproyeksikan akan semakin kokoh sebagai destinasi kelas dunia yang mampu menyelaraskan kemajuan teknologi dengan pelestarian nilai-nilai warisan alam.



