SLEMAN – Menjaga warisan bumi sekaligus merawat sejarah peradaban adalah misi penting dalam pengembangan wilayah Yogyakarta. Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2) Setda DIY melaksanakan kunjungan lapangan (field trip) ke Geosite Batu Gamping Eosen Ambarketawang, Gamping, Sleman.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kondisi infrastruktur pendukung serta memastikan kelestarian situs yang memiliki perpaduan unik antara nilai saintifik kebumian dan nilai histori yang sangat mendalam.

Saksi Bisu Berdirinya Kasultanan Yogyakarta

Situs Ambarketawang bukan sekadar tumpukan batuan purba. Secara historis, lokasi ini memiliki peranan krusial dalam sejarah berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Tempat ini merupakan lokasi pesanggrahan Sri Sultan Hamengku Buwono I selama kurang lebih satu tahun (1755-1756) saat beliau memantau langsung proses pembangunan Keraton Yogyakarta.

Batu gamping ini menjadi saksi bisu masa transisi pemerintahan dan perjuangan awal membangun pusat kekuasaan. Keterkaitan erat antara narasi budaya keraton dengan batuan berusia Eosen (sekitar 40-50 juta tahun lalu) menjadikan Ambarketawang sebagai geosite unggulan dalam jejaring Geopark Jogja.

Sinkronisasi Perencanaan dan Perlindungan Cagar Alam

Dalam peninjauan ini, tim Biro PIWP2 memfokuskan pada sinkronisasi perencanaan wilayah yang tetap mengedepankan perlindungan cagar alam geologi. Beberapa poin utama evaluasi meliputi:

  • Pemeliharaan Situs: Memastikan infrastruktur pendukung tidak mengintervensi formasi batuan purba dan sisa-sisa jejak sejarah pesanggrahan.

  • Aksesibilitas Edukasi: Menjamin fasilitas bagi pengunjung tetap nyaman namun tetap menjaga batas-batas area sensitif geologi.

  • Narasi Budaya: Memperkuat penyampaian informasi (interpretasi) yang menggabungkan sisi geologi dan sejarah kepada publik.

Menuju Warisan Dunia yang Berkelanjutan

Upaya peninjauan lapangan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga identitas ganda Yogyakarta: kekayaan geologi dan keluhuran budaya. Dengan tata kelola yang tepat, Ambarketawang diharapkan dapat terus berfungsi sebagai pusat edukasi dan pariwisata yang mampu menceritakan bagaimana alam dan budaya saling berkelindan.

“Ambarketawang adalah bukti bahwa pembangunan Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari akar sejarah dan geologinya. Tugas kita adalah memastikan keduanya tetap lestari untuk masa depan,” ungkap tim teknis Biro PIWP2.

Apr 23, 2026 - Posted by admin -

Comments are closed.