
YOGYAKARTA – Komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam memastikan setiap program strategis berjalan tepat sasaran terus diperkuat. Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2) Setda DIY menyelenggarakan Rapat Lanjutan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Prioritas Pembangunan DIY pada Selasa (21/04), bertempat di Ruang Rapat PMU P5 DIY, Gedung Pracimasana, Kompleks Kepatihan.
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengawal percepatan pelaksanaan berbagai agenda pembangunan yang menjadi prioritas utama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sinergi Lintas Bidang dan Keistimewan
Pertemuan ini menjadi sangat strategis karena menghadirkan jajaran pimpinan kunci dari berbagai sektor. Kehadiran perwakilan Project Management Unit (PMU) lintas bidang—mulai dari Bidang Kewilayahan, Bidang Sosial Kemasyarakatan, hingga Bidang Pemerintahan—menunjukkan adanya integrasi yang kuat dalam mengevaluasi capaian daerah.
Sinergi tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran:
-
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, guna memastikan program yang berjalan selaras dengan semangat keistimewaan Yogyakarta.
-
Jajaran Pimpinan Bapperida DIY, untuk menjamin sinkronisasi antara capaian lapangan dengan dokumen perencanaan daerah yang telah ditetapkan.
Fokus pada Akuntabilitas dan Lini Masa
Melalui mekanisme monitoring yang ketat dan terukur, rapat ini membedah setiap progres pembangunan guna mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini. Fokus utama diskusi diarahkan pada:
-
Ketepatan Lini Masa: Memastikan setiap tahapan pengerjaan program sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
-
Kontribusi Nyata: Mengevaluasi dampak langsung dari setiap program terhadap kesejahteraan masyarakat.
-
Akuntabilitas: Menjaga transparansi pelaksanaan pembangunan di lingkungan Pemerintah Daerah DIY agar sesuai dengan standar tata kelola yang baik.
Menjamin Keberlanjutan Pembangunan
Langkah pengawasan rutin ini menjadi kunci bagi Biro PIWP2 dalam menjalankan fungsinya sebagai pengampu infrastruktur wilayah dan pembiayaan pembangunan. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan tidak ada program prioritas yang terhambat, sehingga visi pembangunan DIY dapat tercapai secara optimal.
“Koordinasi di ruang PMU P5 ini adalah jantung dari kendali mutu pembangunan kita. Kita ingin setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar bertransformasi menjadi manfaat fisik maupun sosial yang dirasakan masyarakat,” ungkap perwakilan Biro PIWP2 di sela pertemuan.



