SLEMAN – Bagaimana cara terbaik memahami sejarah Yogyakarta dari puluhan juta tahun lalu? Jawabannya bukan hanya melalui lembaran buku, melainkan dengan melihat langsung jejaknya di alam. Prinsip inilah yang mendasari kolaborasi antara Kawan GNFI dan Geopark Jogja dalam agenda bertajuk “Jelajah Lava Bantal Berbah” yang sukses dilaksanakan di Kabupaten Sleman.

Acara ini berfokus pada satu titik krusial dalam sejarah kebumian Nusantara: Lava Bantal Berbah. Bukan sekadar tumpukan batuan di tepian sungai, situs ini merupakan saksi bisu peristiwa erupsi gunung api bawah laut yang terjadi sekitar 56 juta tahun silam pada periode Eosen.

Rangkaian Edukasi Berbasis Pengalaman

Agar pesan pelestarian tersampaikan dengan efektif, rangkaian acara disusun sedemikian rupa agar peserta dapat terlibat secara aktif melalui berbagai aktivitas:

  • Observasi Lapangan (Field Trip): Peserta diajak mengamati langsung tekstur dan bentuk batuan pillow lava di aliran Kali Opak. Dalam sesi ini, dijelaskan bagaimana lava panas yang bertemu air laut membeku secara mendadak hingga membentuk morfologi unik menyerupai tumpukan bantal.

  • Bincang Geopark: Suasana santai di lapangan berubah menjadi forum berbagi ilmu yang hangat. Fokus diskusi adalah peran generasi muda, khususnya melalui wadah seperti Jogja Geopark Youth Forum, dalam menjaga situs-situs geologi yang telah diakui secara nasional maupun internasional.

  • Aksi Kreatif (Geo & Writing Challenge): Melalui tantangan ini, peserta didorong untuk mempraktikkan ilmu yang didapat dan menuangkannya ke dalam narasi tulisan serta konten kreatif agar informasi mengenai pentingnya warisan geologi dapat tersebar lebih luas ke masyarakat umum.

Mengubah Paradigma Wisata Foto

Seringkali, situs bersejarah hanya dianggap sebagai objek wisata swafoto semata. Padahal, setiap lekukan batu di Berbah menyimpan narasi besar tentang asal-usul tanah Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyadari bahwa setiap elemen geodiversitas memiliki nilai ilmiah yang tidak ternilai harganya.

Sinergi antara Kawan GNFI, Geopark Jogja, dan komunitas muda diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif. Kelestarian lingkungan dan sejarah geologi ini harus tetap dijaga agar identitas alam Yogyakarta tetap utuh dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.


 

Apr 23, 2026 - Posted by admin -

Comments are closed.